Sejak COVID 19 melanda, ratusan peternak di Desa Purwerejo, Ngantang Kota Malang harus berjuang mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Meningkatnya biaya pakan selama pandemi dan berkurangnya pendapatan karena akses jual beli dibatasi membuat para peternak mengalami penurunan daya jual yang drastis.

Pak Rokim (52), peternak dari purworejo ini salah satunya. Dampak Corona ini memang sangat meluas. Ratusan peternak juga merasakan hal yang sama, harus berjuang mati-matian mempertahankan penghidupannya.

Yayasan Rumah Energi dan Masyarakat setempat, menginisiasi Rumah Biogas sebagai pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat setempat. kebutuhan energi untuk memasak adalah hal yang mutlak harus dipenuhi, apalagi hasil keluaran dari rumah biogas tersebut dapat menghasilkan bio-slurry yang dapat dijual ke Kantor Desa. Bio-slurry atau ampas biogas merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik) di dalam ruang tertutup. Bio-slurry ini yang akhirnya dapat dijual kepada para petani lokal dan perkotaan untuk menyuburkan tanah mereka. Dan yang paling penting, dapat menambah penghasilan mereka untuk biaya kehidupan sehari-hari dan sekolah anak-anak mereka.

Mari bantu Pak Rohim dan para peternak yang terdampak Corona, dengan cara klik Donasi Di Sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *